Momentum Hari TB Sedunia, Angka Kasus TBC Di Lombok Barat Menurun

Lombok Barat– Gandeng aktor kunci, Institut perempuan untuk perubahan sosial (INSPIRAS) NTB di momentum perayaan Hari TB Sedunia tahun 2021 melakukan kolaborasi eliminasi TB di Kabupaten Lombok Barat yang digelar di salah satu rumah makan di Lombok Barat, Senin (29/3/2021) yang lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj Ni Made Ambaryati, menyampaikan bahwa capaian investigasi kontak pada tahun 2020 menurun dibandingkan tahun 2019 hal ini disebabkan pandemi Covid-19 di Indonesia. Saat ini insiden TB di Lombok Barat berjumlah 2.513 dengan temuan sebanyak 763. Artinya baru sekitar 30,36%.

Dengan capaian notifikasi kasus yang menurun dan pola pendampingan komunitas yang melandai akibat pembatasan mobilitas dan keamanan kader dari infeksi, membuat pemenuhan target menjadi tersendat.

“Terima kasih INSPIRASI NTB yang bersedia membantu kami untuk bekerja bersama-sama berupaya mengeliminasi TB di Lombok Barat, terima kasih juga untuk para kader TB yang sudah berkontribusi luar biasa sebagai ujung tombak di masyarakat,”ungkapnya.

Selanjutnya, Direktur INSPIRASI NTB, Nurjanah mengatakan peran kader sangat urgent dalam upaya eliminasi TB di Lombok Barat. Selain untuk menemukan dan merujuk penderita yang dicurigai penyakit TB (Suspek TB), juga melakukan penyuluhan TB, hingga menjadi aktor yang memberikan motivasi kepada penderita TB untuk terus  semangat menjalani pengobatan sampai sembuh.

“Semoga kedepan kita semakin bisa menunjukkan wujud Kita Jaga Kader” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jembatan Kembar, Amirullah lebih menyoroti pada bagaimana anggaran desa berkontribusi untuk kesehatan termasuk didalamnya TB atau TBC.

Ia menyampaikan anggaran desa untuk kesehatan dibawah kepemimpinannya mencapai hingga 21%, hal tersebut sebagai wujud komitmen dan keberpihakan pemerintah desa pada isu-isu kesehatan.

“Semoga kedepannya dengan adanya kolaborasi ini, pihak pemerintah desa bisa menyediakan data TB hingga ke level dusun, juga bisa membentuk desa Sadar TB” ungkapnya.

Para aktor kunci lainnya juga menyampaikan bagaimana kendala yang dihadapi dilapangan pada saat proses pemeriksaan dahak yang menunggu waktu teralu lama tanpa kepastian untuk mendapatkan informasinya dari pihak Puskesmas.

“Ibu kadis berjanji akan menegur para pihak dibawah koordinasinya untuk terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya yang TB.”Nanti saya tegur” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *