Catatan Kecil Suaeb Qury Untuk Gus Yaqut Menteri Agama RI

Mataram,- Terpilihnya ketua PP GP ANSOR menjadi Menteri Agama RI mendapatan ucapan selamat dari kalangan NU bahkan GP Ansor sendiri.

Diantaranya, Suaeb Qury ketua PW GP Ansor NTB periode 2010 sampai 2015, menyampaikan ucapan selamat kepada Gus Yaqut Cholil Quomas yang telah memegang mandat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

“Hanya dengan ucapan itulah rasa bangga dan terharu yang bisa kami sampaikan sebagai sahabat di PMII dan Ansor,” kata Sueb yang sekarang menjabat sebagai ketua LTNU NTB.

Kata Suaeb, mengenal sosok Gus Yaqut, sejak berkiprah dan mengendalikan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, sejak terpilih sebagai Ketua Umum GP Ansor di Jogja sampai hari ini. Gus Yaqut merupakan sosok yang bersahaja, bicara tertata dan penuh semangat.

“Sejak bersama sahabat Nusron Wahid, sama-sama membagun kaderisasi Ansor sampai melahirkan Ansorona dan Rijalul Ansor dan semua itu gagasan dan pemikiran beliau berdua, maka wajar Gus Yaqut dan Nusron Wahid ibarat pinang dibelah dua,” ucapnya.

Lebih lanjut Sueb menceritakan, Gus Yaqu juga sebagai sahabat dan sekaligus teman seperjuangan mantan Ketum Ansor sebelumnya yakni H. Nusron Wahid yang pernah dipercayakan oleh Presiden Jokowidodo sebagai Kepala BNP2TKI pada periode pertama pak Jokowidodo.

Dua generasi GP Ansor yang dipercaya oleh Presiden Jokowidodo adalah simbol dan sekaligus memiliki karakter yang  berbeda secara genetik dan satu sisi memiliki kesamaan dalam cara pandang dalam visi kebangsaan dan keIndonesiaan.

“Beliau Gus Yaqut yang dilahirkan dari lingkungan para kiyai dan pesantren, sudah pasti memahami betul tentang nilai-nilai luhur keIslaman dan keIndonesiaan,” ungkapnya.

Suaeb menambahkan, tantangan kedepan sebagai Menteri Agama cukup kompleksitas, karena disebabkan mandat para santri yang sejak dikibarkannya hari santri, maka santri hari ini dan kedepan haruslah sama kedudukannya dan kualitas pelayanan pendidikan dengan pelajar di sekolah umum.

Begitu juga dengan menyoal peran dan pengandian pondok  pesantren terhadap keberlangsungan generasi bangsa  yang masih belum merata dalam pengalokasian anggarannya. Dan bila dbandingkan dengan anggaran dan alokasi dana pendidikan buat Madrasah Negeri dari MIN sampai MAN  dan Perguruan Tinggi Negeri.

Bisa jadi alokasi anggaran untuk pesantren jauh bumi dan langit dibandikan dengan alokasi anggaran bagi Madrasah dilingkungan Kementerian Agama.

Selain itu, Suaeb menyoroti pidota pertama Gus Yaqut yang akan berkomitmen mewakafkan dirinya untuk bangsa dan negeri ini.

“Dan pikiran saya dan atau sahabat-sahabat yang lain adalah sebuah kejernihan batin dan pikiran serta keyakinan bahwa berbuat yang terbaik untuk membagun tatanan beragama adalah sebuah kreatifitas untuk kedamain dan kerukunan,” terang pria yang diakrab di panggil SQ di Mataram, Kamis (24/12/2020).

Bukan lagi menyoal sebuah kebenaran dan simbolisasi serta kekuatan mobilsasi. Tentu kedepan tugas Menteri Agama adalah menyelaraskan pesan-pesan keagamaan yang santun, damai dan berkemanusiaan dengan memberikan ruang yang sama bagi agama-agama yang diakui oleh Negara.

Tentu masih banyak lagi pekerjaan rumah yang harus ditata dengan penuh tanggung jawab yang akan dilakukan oleh seorang Gus Yakut, bukan lagi mengangkat dan memilih para pejabat di Kementerian Agama dari pusat sampai wilayah berdasarkan cita rasa dan pesanan.

Memperbaiki birokrasi dilingkungan kementerian agama, memang butuh kepandain dan uji nyali yang ekstra hati-hati dan butuh waktu.

“Dan biarkan waktulah yang akan menjawab, sebisa mungkin Gus Yaqut bisa melakukan reformasi birokrasi dilingkungan kementerian Agama,” pesannya.

“Sekali lagi selamat mengabdi Gus Yaqut sebagai Menteri Agama Republik Indonesia Jiwa dan raga diberikan untuk Indonesia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *